Cikal bakal Mitra Kukar dimulai dari klub legendaris asal Surabaya, Niac Mitra, yang sempat menjadi klub papan atas Galatama. Klub ini bahkan pernah mengalahkan klub raksasa Inggris, Arsenal, pada tahun 1983. Masa-masa itu menjadi puncak kesuksesan Niac Mitra yang sukses merengkuh titel juara Galatama sebanyak tiga kali dan juga menjuarai Piala Emas Aga Khan. Namun, seperti beberapa klub lain pada eranya, nama Niac Mitra tenggelam sampai akhirnya pada tahun 1999 diakuisisi oleh H. Sulaiman HB dan dipindahkan ke Palangkaraya dengan nama Mitra Kalteng Putra. Pada awalnya klub ini lebih sering berkutat di Divisi Satu dan Divisi Utama, sampai pada tahun 2011 mereka akhirnya meraih promosi ke Liga Super Indonesia. Pada tahun 2013, Mitra Kukar mencatatkan prestasi terbaik mereka dengan menduduki peringkat ketiga klasemen. Pada Liga 1 musim lalu, meski mendatangkan marquee player eks Liverpool dan Juventus, Momo Sissoko, Mitra Kukar hanya berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat kesepuluh. Tentunya, di bawah asuhan pelatih anyar Rafael Berges, para fans berharap agar tim berjulukan Naga Mekes tersebut meraih prestasi yang lebih baik.