Bali United: Berdiri, Berlari, dan Mendaki

Bali United menjadi juara Liga 1 2019. Bali United bergerak sangat cepat bak Shinkansen. Dengan kecepatan cahaya, Bali United menjelma menjadi raksasa sepak bola Indonesia hanya dalam tempo waktu empat tahun.

Dua kali bermain di Kompetisi Asia, Bali United mewakili Indonesia. Mereka mencoba mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional laiknya Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Bali United Berdiri: Induk Bernama Persisam Putra Samarinda

Jas Merah. Tak boleh sekali pun kita melupakan sejarah. Salah satunya soal induk dari Bali United. Sebelum menjelma menjadi raksasa Indonesia, Bali United merupakan klub bernama Persisam Putra Samarinda.

 

Baca juga: Bali United Juara Liga 1 2019

 

Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa sang induk berasal dari Samarinda. Dengan niat mulia, pemilik Bali United memboyong Persisam ke Bali. Tak hanya membawa sebuah klub dengan sarat sejarah dan dipindah ke Bali, pemilik Bali United menyulap Bali United menjadi klub yang lebih baik.

Suntikan dana dengan uang yang tak berseri, Bali United mengubah wajah Persisam. Dikutip dari Tribunnews, alasan Persisam menerima tawaran pindah ke Bali adalah karena klub yang bermarkas di Stadion Palaran, Samarinda ini sedang berada dalam situasi yang tak baik.

"Kami berubah nama agar tim ini tidak mati, sehingga mencari jalan keluar dengan bekerjasama dengan Corsa. Kerjasama dengan Corsa untuk tiga tahun. Konsepnya pak Yabes Tanuri (CEO Bali United Pusam) luar biasa. Selain sepakbola, juga ada bisnis dan wisatanya," ujar Harbiansyah.

Setelahnya, Persisam berubah nama menjadi Bali United Pusam.

Bali United Berlari: Meninggalkan Klub Lainnya

Bali United memiliki tagline yang luar biasa berani: beyond football. Mereka seakan-akan ingin memberitahukan ke banyak orang bahwa mereka menawarkan sesuatu yang besar. Lebih dari sekadar sepak bola biasa.

 

Baca juga: Terkuak! Bali United Bisa Juara Liga 1 saat Duel Kontra Semen Padang Masih Berjalan

 

Tagline yang bukan sekadar tagline. Mereka merealisasikannya dengan berbagai gebrakan yang belum berani dilakukan klub lain.

Sebut saja saat mereka melempar sahamnya ke publik atau IPO. Bali United menjadi klub Indonesia pertama yang berani melempar sahamnya ke publik. Manajemen Bali United mafhum bahwa ada risiko besar ketika mereka melempar saham ke publik.

Sepak bola Indonesia bukan sesuatu yang menonjolkan prestasi. Indonesia hanyalah negara pencinta sepak bola, bukan negara yang menjadikan sepak bola sebagai harga diri bangsa yang malu ketika sepak bolanya kalah.

Ketika risiko telah ada dan Bali United tetap kekeh melempar saham ke publik serta menghilangkan keraguan sahamnya akan jeblok, bisa dipastikan bahwa manajemen Bali United memiliki niat yang luar biasa besar. Melempar saham ke publik bukanlah syarat menjadi klub profesional, tetapi itu adalah cara untuk membantu sepak bola Indonesia. Bali United mencoba meyakinkan banyak orang bahwa sepak bola merupakan olahraga yang akan menguntungkan bagi pebisnis.

Belum lagi ketika Bali United membangun kafe yang dikelola dengan profesional. Juga radio yang juga dikelola dengan baik.

Intinya adalah Bali United dengan modal yang mumpuni, mencoba untuk berlari meninggalkan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia.

Bali United Mendaki: Saat Gelar Juara Menjadi Bukti

Sebuah mobil tak akan mampu bergerak dengan cepat, ketika mereka tak memiliki modal mumpuni. Bahan bakar mereka harus penuh. Mesin mereka juga harus sempurna. Pokoknya, syarat memenangkan perlombaan adalah harus memiliki modal yang cukup.

Modal telah ada dan Bali United menjadi juara Liga 1 2019. Bali United harus menunggu lima tahun untuk menjadi juara. Waktu yang lama? Ups, tergantung cara pandang kalian.

Bagi beberapa orang, lima tahun adalah waktu yang terlampau lama untuk menjadi juara. Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017 dengan waktu yang terlampau singkat. Tapi, waktu lima tahun adalah waktu yang cukup cepat.

Apalagi, Bali United tak hanya mementingkan sepak bola. Sebagai klub sepak bola, prestasi menjadi yang utama, tetapi Bali United juga memikirkan hal-hal lain yang menunjang prestasi.

Bali United menyewa penuh Stadion Kapten I Wayan Dipta. Manajemen bisa merenovasi Stadion Dipta sesuai keinginan.

Kini, Bali United menjadi juara Liga 1 2019 dengan membawa modal yang lebih dari cukup. Selamat, Serdadu Tridatu!

 

Note: Ayo Mainkan, menangkan, kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan rebut hadiah keren dengan hanya memainkan Game Seru Bola Nusantara! Caranya Download dulu aplikasinya di sini

Berita Terkait