Terlepas dari Kasus KDRT, Alfath Fathier Tetap Salah Satu Bek Sayap Berkelas di Indonesia

Bolanusantara.com - Bek Persija Jakarta, Alfath Fathier sedang diterpa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hal tersebut diketahui lewat sebuah unggahan Instastories Ratu Rizky Nabila yang merupakan istri sang pemain. Namun terlepas dari itu, Alfath tetap menjadi salah satu bek sayap terhebat di Indonesia.

Hubungan pernikahan Alfath dan istri sedang berada di persimpangan. Sang istri dikabarkan ingin menggugat cerai Alfath dalam waktu dekat.

Permasalahan pribadi dalam bahtera rumah tangga yang baru seumur jagung itu jadi penyebab. Alfath dikabarkan telah selingkuh dan melakukan KDRT oleh sang istri.

Namun karena ini media sepak bola, kita pinggirkan dulu permasalahan pribadi Alfath dan istri. Kita mengingat lagi bakat sepak bola Alfath yang membawanya bisa bergabung ke klub sebesar Persija Jakarta dan membela Timnas Indonesia.

Bek Modern di Indonesia, Alfath Fathier

Alfath Fathier pertama kali dikenal ketika dia tampil menawan bersama Madura United. Sektor bek sayap Madura United saat diisi oleh Alfath sangat eksplosif.

Kemampuan Alfath bisa dibilang lengkap sebagai seorang bek sayap. Dia bisa bertahan dengan disiplin dan menyerang sama baiknya. Hal inilah yang membuat dirinya dinilai banyak orang memiliki label bek modern.

Performa menawan Alfath bersama Madura United akhirnya membawanya ke Timnas Indonesia. Dia mendapatkan panggilan pertama kali pada tahun 2018 saat Timnas Indonesia masih dilatih oleh caretaker, Bima Sakti.

Tak cuma sebagai bek sayap, kemampuan Alfath untuk bermain di banyak posisi membuat dirinya kerap menjadi pilihan pertama di klub mana pun ia bermain.
Berposisi sebagai bek sayap, Alfath ternyata memiliki idola dari posisi bermain yang jauh berbeda. Ia adalah Thierry Henry, penyerang berkebangsaan Perancis.

 

Baca juga: Profil of The Day: Natanael Siringoringo, Dari Futsal Menuju Panggung Timnas Indonesia

 

Bahkan, eks pemain Madura United ini kerap menonton pertandingan Thierry Henry saat masih bermain untuk Arsenal. Henry merupakan penyerang tengah yang bisa dimainkan sebagai penyerang sayap.

“Saat kecil saya bersama om saya sering menonton pertandingan Arsenal di televisi. Waktu itu saya tertarik dengan permainan Henry. Meski berposisi penyerang, gaya bermain Henry menyerupai pemain sayap dan memiliki karakter pemimpin,”ujar Alfath dilansir dari laman resmi Persija Jakarta.

Kegemilangan Alfath saat bermain membawa dirinya menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Andal bermain sebagai bek, ternyata Alfath mengawali karier sepak bola sebagai pemain sayap.

Alfath memulai karier di Bandung. Saat bermain di salah satu sekolah sepak bola (SSB) di Bandung, Alfah bermain di posisi sayap. Saat itu pula, ia membawa timnya menjadi juara.

“Pada umur 19 tahun saat bermain di SSB, saya menjadi juara sebagai pemain sayap. Posisi winger adalah posisi favorit saya sejak dahulu,” ujar Alfath.

 

Baca juga: 3 Pemain Indonesia Pendahulu Syahrian Abimanyu di Liga Australia, Siapa Paling Sukses?

 

Keputusannya untuk bermain sebagai pemain sayap memang tak bisa dilepaskan dari sosok Henry. Henry yang bermain sebagai penyerang sayap menjadi sumber inspirasi dari Alfath. Meski akhirnya sang pemain tak bermain sebagai pemain sayap, melainkan bek sayap.

“Latar belakang itu mempengaruhi permainan saya sebagai bek sayap,” ujarnya.

Alfath Fathier memang beberapa kali dimainkan sebagai pemain sayap, baik di Persija Jakarta atau ketika masih membela Madura United. Ia memang kerap menyisir sisi lapangan sebelum melepaskan umpan silang. Kemampuannya saat menyerang tak bisa dilepaskan dari sosok Henry, idolanya.

Note: Ayo Mainkan, menangkan, kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan rebut hadiah keren dengan hanya memainkan Game Seru Bola Nusantara! Caranya Download dulu aplikasinya di sini

Berita Terkait