Uni Emirat Arab vs Indonesia: Dua Pemain UEA yang Patut Diwaspadai Indonesia

Berada jauh di atas Indonesia dalam daftar peringkat FIFA, Uni Emirat memang difavoritkan menjadi pemenang dalam pertandingan Uni Emirat Arab vs Indonesia. Selain soal peringkat FIFA, keberadaan dua pemain ini menjadi alasan lain mengapa UEA lebih diunggulkan.

Dua pemain Uni Emirat Arab yang patut diwaspadai oleh Timnas Indonesia adalah Omar Abdulrahman dan Ahmed Khalil. Dua pemain ini berposisi di pemain depan dengan Khalil sebagai penyerang dan Omar sebagai gelandang serang.

Omar Abdulrahman, Ia yang Mencicipi Manchester City

ESPN FC sempat memasukkan nama Omar Abdulrahman sebagai pemain Asia terbaik pada tahun 2012. Setahun setelahnya, ia masuk dalam daftar FIFA sebagai pemain Asia paling menjanjikan pada 2013.

Dari dua daftar tersebut, sudah bisa dibayangkan betapa hebatnya pemain yang memiliki model rambut ala David Luiz ini? Intermezo sedikit, tak hanya model rambut, Omar juga memiliki paras yang cukup mirip dengan David Luiz.

 

Baca juga: Uni Emirat Arab vs Indonesia: Indonesia Terima Tantangan UEA!

 

Berusia 28 tahun, karier Omar lebih banyak dihabiskan di Uni Emirat Arab. Pemain kelahiran Riyadh ini hanya bermain untuk tiga klub, yakni Al-Ain, Al-Hilal, dan Al-Jazira. Meskipun begitu, ia sempat mencicipi bermain untuk Manchester City.

Pada Agustus 2012, lewat akun Twitter pribadi miliknya, Omar mengumumkan bahwa ia mengikuti trial bersam Manchester City. Selama dua pekan bersama Manchester City, permainan Omar sejatinya memukau dan membuat The Cityzen meminatinya. Sayang, ia gagal bermain untuk Manchester Biru lantaran izin kerja dan peringkat UEA yang tak sesuai dengan peraturan Liga Inggris mengganjal perjalanannya di Manchester City.

Ahmed Khalil yang Hampir Berseragam Portsmouth

Nama lain yang wajib diwaspadai adalah Ahmed Khalil. Penyerang berusia 28 tahun ini adalah pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak bagi Uni Emirat Arab saat ini. Total, ia mencetak 51 gol untuk Timnas UEA Senior.

Pada 2015 silam, Khalil menjadi pemain terbaik Asia setelah dirinya mengantarkan Uni Emirat Arab menjadi juara ketiga Piala Asia 2015. Di level klub, Khalil membawa Al-Ahli, klub yang ia bela, menjadi juara Liga Champions Asia 2015.

 

Baca juga: FAM Tanggapi Sanksi Denda yang Dijatuhkan FIFA ke PSSI

 

Pada 2009, Khalil hampir berseragam Portsmouth, klub asal Liga Inggris. Saat itu, Portsmouth dimiliki pengusaha asal UEA, Sulaiman Al Fahim. Sayangnya negosiasi yang tak lancar membuat ia gagal bermain di Inggris.

Malaysia sempat merasakan keganasan sang pemain. Saat Kualifikasi Piala Dunia 2018, Khalil mencetak empat dari sepuluh gol yang bersarang ke gawang Malaysia. Kala melawan Malaysia pada pertandingan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022, Khalil absen. Ia tentu tak ingin membuang peluang dan berhasrat mencetak gol pertamanya di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

 

Note: Ayo Mainkan, menangkan, kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan rebut hadiah keren dengan hanya memainkan Game Seru Bola Nusantara! Caranya Download dulu aplikasinya di sini

Berita Terkait