Yuk! Kenali Lebih Jauh Keziah Veendorp, Bek Belanda Berdarah Indonesia

Belanda dan Indonesia memiliki keterikatan sejak masa lampau. Keterikatan ini lebih khusus dimiliki oleh warga Maluku. Adanya Republik Maluku Selatan (RMS) yang didukung salah satunya oleh Kerajaan Belanda menjadi salah satu faktor adanya kedekatan tersebut.

Kedekatan tersebut diwujudkan dengan banyaknya warga Maluku yang memutuskan pindah ke Belanda. Tak hanya pindah, mereka juga menikah dengan warga Belanda. Proses inilah yang membuat banyak pesepak bola Belanda yang memiliki darah Indonesia.

Salah satunya adalah Keziah Veendorp. Pemain asal Belanda ini memiliki darah Indonesia, tepatnya Maluku dari sang Kakek dan Nenek. Satu syarat ini sebenarnya sudah cukup untuk membawa Keziah kembali ke Indonesia dan menjadi WNI.

Dilansir dari Indosport, kakek dari Keziah berasal dari Haria, Saparua, Maluku Tengah. Sementara sang Nenek, berasal dari daerah Porto, Saparua. Sementara kedua orang tua Kezia lahir di Belanda dan orang Belanda asli.

 

Baca juga: Duel Persija Vs Persib Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak Liga 1 2019

 

Baru-baru ini Keziah Veendorp mengutarakan niatnya untuk pulang dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Lalu, siapa sebenarnya Keziah Veendorp?

Wonderkid Belanda yang Siap Meroket

Keziah Veendorp merupakan jebolan akademi sepak bola FVV Foxhol. FVV Foxhol menjadi klub pertama Keziah pada tahun 2005 hingga 2006. Bertahan satu musim di sana, pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini hijrah ke VV Hoogezand.

Dari VV Hoogezand, Kezia pindah ke salah satu klub tenar di Belanda, FC Groningen. Ia ditempa cukup lama di Groningen. Dari data yang disajikan oleh Transfermarkt, yakni sejak 2009 hingga 2017.

Pada 2016, bersama FC Groningen, ia mencicipi ketatnya persaingan di Eredivisie atau kompetisi kasta tertinggi di Belanda. Tepatnya pada 20 Februari 2016 saat melawan AZ Alkmaar. Ia dimainkan sebagai bek kanan pada saat memasuki menit ke-79.

Ia akhirnya pindah ke FC Emmen pada Juli 2017. Kepindahannya ke FC Emmen ternyata memberikan berkah bagi pemain yang baru berusia 22 tahun ini. Ia bermain sebanyak 68 kali sejak pertama kali pindah hingga akhir musim ini. Dari 68 kali bermain itu, Kezia mencetak satu gol dan memberikan empat assist.

 

Baca juga: Damai di Jakarta, Kapten Persib Minta Bobotoh Tiru Suporter Persija

 

FC Emmen yang bermain di Eredivisie membuat market value atau harga pasar pemain kelahiran Sappemer ini meningkat. Pada saat masih di FC Groningen U-21, Juni 2017, market value Kezia hanya 68 ribu Poundsterling. Dua tahun kemudian, Juni 2019, market value Keziah meningkat hingga 540 ribu Poundsterling.

Karier Keziah di Timnas Belanda juga mentereng. Ia telah masuk ke Timnas junior Belanda sejak berusia 15 tahun. Pada Mei 2012, ia debut bersama Timnas Belanda U-15. Ia pun dipanggil juga untuk timnas Belanda U-16, U-17, dan U-18. Total, Keziah bermain sebanyak 20 kali untuk timnas junior Belanda.

Jika nantinya memilih Indonesia sebagai negara yang akan ia bela, maka, Keziah bukanlah pemain pertama. Sebelumnya telah ada Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, dan yang terbaru adalah Ezra Wallian.

Mau tahu update cepat tentang sepak bola Indonesia, Jadwal siaran langsung sepak bola, dan Liga 1 2019 digenggaman kamu? Buruan install aplikasi bola nusantara. Klik di sini

 

Berita Terkait

X CLOSE